Mentok , 1 Februari 2026 – Aktivitas tambang ilegal di laut Temblok, Bangka Barat, tidak surut meskipun telah mendapatkan penertipan dari Polsek Temblok dan Satuan Polairud Polres Bangka Barat pada Sabtu (31 Januari 2026). Penambang rupanya mencari celah dengan beroperasi pada malam hari, setelah petugas penegak hukum pulang ke markas.
Sumber informasi berupa nelayan Temblok yang tak ingin disebutkan namanya mengungkapkan pada Minggu (1/2/2026) bahwa aktivitas tambang selam terus berlangsung hingga larut malam.
“A1 pak, orang kerja malam setelah petugas pulang. Kemarin poton selam tu masih bekerja, sampai malam hari,” ujar sumber tersebut.
Penambang dikatakan telah “memutar otak” dengan berbagai cara untuk mengelak pengawasan petugas, menunjukkan kesadaran penuh akan ilegalitas aktivitas yang mereka lakukan.
Tindakan ini dianggap sebagai tantangan langsung terhadap kekuatan hukum, bahkan disebut sebagai sikap “kebal hukum” oleh pihak jajaran Polres Bangka Barat. Dalam pernyataan tegas, Pemerintah Daerah Kepolisian (PDAHALT) Polres Bangka Barat menyatakan untuk kosongkan poton dari lokasi tersebut agar tidak ada aktivitas tambang ilegal baik siang maupun malam.
Selain itu, petugas diminta segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang sebenarnya mengatur dan memerintahkan aktivitas tersebut, yang berani melawan hukum dengan memerintahkan pekerja beroperasi pada malam hari.
Tak mungkin penambang berani bekerja kalau tak ada yang suruh ,kalau kata pepatah tak mungkin ada asap a kalau apinya tak dihisupakan
Masalah tambang ilegal di Temblok tidak hanya merusak ekosistem laut tetapi juga menimbulkan risiko keamanan bagi pekerja yang seringkali bekerja tanpa peralatan keselamatan yang memadai. Penyelidikan yang mendalam diharapkan mampu memberantas akar masalah dan menindak tegas pelaku serta pengatur aktivitas tambang ilegal tersebut.
*Data dan vido ini awak media peroleh dari sumber nelayan langsung bukan hasil editan atau pun data lama*
Tags:
Berita
