SCROLL UNTUK LANJUT MEMBACA
Breaking News Memuat berita...
Iklan

Cerita Gunung Penyabung Bikin Bangka Barat Makin Dikenal, Disparbud: Ini Bukti Daerah Kita Kaya Budaya dan Wisata

Penulis: Belva Al Akhab, Satrio dan Tim

MENTOK, BANGKA BARAT – Prestasi membanggakan kembali datang dari Bangka Barat. Rusmanadi, S.Pd., guru SD Negeri 6 Mentok, berhasil mengharumkan nama daerah setelah meraih Juara I pada ajang Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 kategori orang tua melalui penampilan cerita rakyat berjudul "Ketawak di Gunung Penyabung".

Keberhasilan tersebut langsung mendapat apresiasi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangka Barat. Kepala Disparbud Bangka Barat, Fachriasyah, menyebut kemenangan Rusmanadi menjadi bukti bahwa Bangka Barat tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga memiliki kekayaan budaya dan cerita rakyat yang mampu bersaing di tingkat nasional.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Bangka Barat dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Rusmanadi. Beliau telah membawa nama Bangka Barat dikenal di tingkat nasional melalui kekuatan budaya lokal yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat," kata Fachriasyah, Minggu (7/6/2026).

Menurut Fachriasyah, kemenangan tersebut memiliki arti penting karena datang dari sebuah karya budaya yang berakar kuat dari tradisi masyarakat Bangka Barat.

Ia menilai prestasi Rusmanadi bukan sekadar keberhasilan individu, melainkan keberhasilan bersama dalam memperkenalkan identitas daerah kepada masyarakat Indonesia.

"Prestasi ini membuktikan bahwa cerita rakyat daerah kita memiliki kualitas, nilai budaya dan daya tarik yang luar biasa. Ini menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Bangka Barat," ujarnya.

Di tengah derasnya perkembangan teknologi digital, cerita rakyat menghadapi tantangan yang tidak ringan. Banyak tradisi lisan yang mulai terpinggirkan karena generasi muda lebih akrab dengan berbagai konten modern dibandingkan cerita yang lahir dari lingkungan mereka sendiri.

Karena itu, Disparbud Bangka Barat melihat keberhasilan Rusmanadi sebagai angin segar bagi upaya pelestarian budaya daerah.

Menurut Fachriasyah, cerita rakyat bukan sekadar kisah masa lalu yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di dalamnya tersimpan nilai moral, kearifan lokal, sejarah masyarakat, hingga identitas budaya yang menjadi ciri khas suatu daerah.

"Melalui cerita rakyat, kita sebenarnya sedang menjaga jati diri daerah. Apa yang dilakukan Bapak Rusmanadi menunjukkan bahwa budaya lokal masih memiliki ruang yang kuat di tengah perkembangan zaman," katanya.

Lebih jauh, Fachriasyah melihat keberhasilan tersebut memiliki hubungan erat dengan pengembangan sektor pariwisata.

Menurut dia, tren pariwisata saat ini tidak lagi hanya berfokus pada keindahan alam semata. Wisatawan modern mulai mencari pengalaman yang lebih bermakna, termasuk memahami cerita dan budaya yang hidup di balik sebuah destinasi.

Karena itu, keberadaan cerita rakyat menjadi salah satu aset penting dalam memperkuat daya tarik wisata daerah.

"Destinasi wisata yang memiliki cerita akan lebih mudah diingat wisatawan. Mereka tidak hanya datang untuk melihat pemandangan, tetapi juga ingin mengetahui sejarah, budaya dan makna yang ada di balik sebuah tempat," ujar Fachriasyah.

Ia menjelaskan bahwa Gunung Penyabung yang menjadi latar cerita rakyat "Ketawak di Gunung Penyabung" merupakan bagian dari kekayaan budaya Bangka Barat yang memiliki nilai historis dan sosial bagi masyarakat setempat.

Ketika kisah tersebut dikenal secara nasional, maka perhatian publik terhadap Bangka Barat ikut meningkat.

Masyarakat mulai penasaran tentang Gunung Penyabung, sejarahnya, tradisi masyarakatnya, hingga berbagai potensi wisata yang ada di sekitarnya.

"Ini yang kami sebut sebagai kekuatan budaya dalam mendukung promosi daerah. Cerita mampu membuat orang tertarik mengenal sebuah tempat lebih jauh," katanya.

Menurut Fachriasyah, Bangka Barat memiliki potensi besar untuk mengembangkan konsep storynomics tourism atau pariwisata berbasis cerita.

Selain memiliki pantai-pantai yang indah dan sejarah yang panjang, daerah ini juga menyimpan banyak cerita rakyat, tradisi adat, kesenian lokal, serta warisan budaya yang masih hidup di tengah masyarakat.

"Kita memiliki banyak kekayaan budaya yang bisa menjadi kekuatan promosi daerah. Cerita rakyat, tradisi masyarakat pesisir, sejarah daerah, semuanya merupakan aset yang sangat berharga," ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan Rusmanadi juga menjadi penghormatan bagi para pelaku budaya yang selama ini bekerja menjaga dan merawat warisan budaya daerah.

Banyak pegiat budaya yang selama bertahun-tahun mendokumentasikan cerita rakyat, melestarikan kesenian tradisional, dan menjaga tradisi lokal agar tetap hidup di tengah masyarakat.

Meski sering bekerja tanpa sorotan, kontribusi mereka sangat besar dalam menjaga identitas daerah.

"Prestasi ini menunjukkan bahwa pelaku budaya memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan daerah. Mereka ikut memperkenalkan Bangka Barat kepada Indonesia melalui karya dan dedikasinya," kata Fachriasyah.

Ia berharap keberhasilan Rusmanadi dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Bangka Barat untuk semakin mencintai budaya daerahnya sendiri.

Menurutnya, budaya tidak boleh dipandang sebagai peninggalan masa lalu semata, tetapi sebagai modal penting untuk membangun masa depan.

"Generasi muda harus bangga terhadap budayanya sendiri. Cerita rakyat bukan hanya dongeng, tetapi identitas yang harus terus dijaga dan diwariskan," ujarnya.

Bagi Disparbud Bangka Barat, kemenangan Rusmanadi membawa pesan yang lebih besar daripada sekadar sebuah trofi juara nasional.

Prestasi itu menunjukkan bahwa Bangka Barat memiliki kekuatan budaya yang mampu berbicara di tingkat nasional.

Daerah ini tidak hanya menawarkan keindahan pantai, pesona laut dan panorama alam yang memikat.

Bangka Barat juga menawarkan cerita.

Cerita yang hidup di tengah masyarakat.

Cerita yang menjadi identitas daerah.

Cerita yang mampu menghubungkan masa lalu dengan masa depan.

Melalui prestasi Rusmanadi, Bangka Barat kembali menunjukkan kepada Indonesia bahwa daerah ini bukan hanya kaya akan destinasi wisata yang memesona, tetapi juga kaya akan warisan budaya dan tradisi lisan yang layak dikenal, dilestarikan dan dipromosikan ke tingkat yang lebih luas.

Dari sebuah cerita rakyat yang lahir di kaki Gunung Penyabung, nama Bangka Barat kembali bergema di panggung nasional.
Baca Juga

Paling sering ditanyakan

    atau
    Lebih baru Lebih lama

    Formulir Kontak

    Listen
    Aa 💬 f 𝕏
    LIVE - TEMUKAN BERITA KAMI LAINNYA