(OPINI)
PN: Yopi Herwindo, C.BJ, C.EJ, C.IN, C.PAR
Dunia pemasyarakatan semestinya menjadi kawah candradimuka,tempat di mana mereka yang tersesat disadarkan, dibina, dan dipersiapkan kembali menjadi manusia mandiri yang berguna bagi nusa dan bangsa. Harapannya sederhana: keluar dari balik jeruji besi, seorang mantan narapidana kembali ke tengah masyarakat dengan membawa prestasi, moral yang lebih baik, serta semangat baru untuk membangun kehidupan yang positif.
Namun, realitas di lapangan sering kali jauh panggang dari api. Selama sistem dan pengawasannya masih berjalan setengah hati, seribu atau bahkan seratus ribu kali pergantian narapidana keluar-masuk sel tidak akan pernah menyelesaikan akar masalah. Selama itu pula, praktik kejahatan di balik tembok penjara akan tetap subur bersemi.
Razia: Antara Substansi dan Formalitas Belaka,Selama ini siklus yang terjadi di institusi pemasyarakatan seolah sudah menjadi pola baku yang mudah ditebak. Setiap kali muncul temuan investigatif, laporan masyarakat, atau sorotan tajam dari pemberitaan media online, reaksi instan yang dimunculkan hampir selalu seragam: razia mendadak dan siaran pers klarifikasi.
Langkah ini diambil seolah-olah menjadi obat mujarab untuk meredam kegaduhan publik dan menciptakan citra bahwa institusi penegak hukum bekerja cepat. Namun, apa yang terjadi setelah lampu sorot media meredup? Masalah yang sama terus berulang, seolah tak pernah ada efek jera.
Publik, khususnya masyarakat Bangka Belitung, bukanlah masyarakat awam yang bisa disetir dengan pencitraan semu. Mereka sudah sangat cerdas dan kritis dalam menilai mana tindakan yang substansial dan mana yang sekadar sandiwara.
Bahkan, pengakuan dari sejumlah mantan narapidana justru membuka mata kita lebih lebar. Tak sedikit dari mereka yang tersenyum sinis melihat seremonial razia tersebut. Pengakuan jujur dari balik masa lalu mereka menyebutkan bahwa informasi mengenai rencana razia kerap kali "bocor" lebih dulu, sehingga barang-barang terlarang sudah disingkirkan jauh-jauh sebelum petugas menginjakkan kaki di blok hunian. Jika kondisinya demikian, masihkah kita percaya bahwa razia tersebut murni penegakan aturan, ataukah sekadar kamuflase untuk menutupi kebusukan yang mengakar di balik tembok sel?
Menutup Kebusukan dengan Seremonial Pemberitaan,Pemberitaan yang diterbitkan secara masif pasca-temuan terkadang bukan lagi berfungsi sebagai bentuk keterbukaan informasi publik, melainkan alat pelindung untuk meredam preseden buruk lembaga terkait. Publik disuguhi narasi normatif seolah-olah pengawasan telah berjalan optimal, padahal di dalam sana, sindikat dan celah penyalahgunaan wewenang masih leluasa bergerak.
Menutup-nutupi borok institusi dengan narasi pembelaan diri tidak akan pernah menyelesaikan persoalan. Yang terjadi justru hilangnya kepercayaan publik (public trust) terhadap institusi penegak hukum yang seharusnya menjadi garda terdepan penegakan disiplin.
Solusi Nyata: Rotasi Total Lintas Lapas dan Rutan,Lantas di mana letak solusi konkritnya? Jawabannya ada pada keberanian melakukan tindakan struktural yang tegas, bukan sekadar polesan administratif.
Kenapa langkah rotasi besar-besaran pejabat dan petugas pemasyarakatan tidak kunjung dilakukan secara berkala dan menyeluruh? Sudah saatnya Kanwil Ditjenpas Bangka Belitung mengambil langkah revolusioner dengan merotasi jajaran pengelola Lapas dan Rutan—baik di Pangkalpinang, Sungailiat, Mentok, maupun wilayah lainnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Rotasi lintas wilayah ini krusial untuk memutus mata rantai kenyamanan birokrasi, relasi kuasa tersembunyi, serta potensi kolusi antara oknum petugas dan warga binaan yang sudah terlalu lama berakar di satu tempat. Tanpa adanya penyegaran kepemimpinan dan perombakan struktur personel secara berkala, setiap pengawasan hanya akan menjadi macan ompong.
Masyarakat Bangka Belitung berhak mendapatkan sistem pemasyarakatan yang bersih, transparan, dan benar-benar berfungsi sebagai tempat pembinaan, bukan tempat bersarangnya celah kejahatan baru. Sudah saatnya instansi terkait berhenti bermain mata dengan formalitas dan segera membuktikan komitmen nyata demi keadilan serta masa depan bangsa.
Tags:
Berita
