MENTOK – Prajurit bersama Ibu Persit dari Kompi Senapan A 147/KGJ, menunjukkan kreativitas dan semangat ketahanan pangan dengan memanfaatkan segenap lahan tersedia di lingkungan kesatuan yang terbatas. Melalui pengolahan lahan kosong serta pemanfaatan barang-barang bekas yang didaur ulang, mereka berhasil menanam berbagai jenis tanaman sayuran dan kini telah menikmati hasilnya dalam kegiatan panen perdana yang berlangsung Jumat (3/7/2026) di lingkungan Kompi, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan upaya mengoptimalkan ruang yang ada, sekaligus menjawab tantangan keterbatasan luas lahan. Berbagai wadah tanam dibuat dari papan bekas dan botol-botol plastik yang sudah tidak terpakai, disusun rapi hingga memanfaatkan ruang vertikal, sehingga lahan yang sempit pun menjadi produktif dan bernilai guna.
Komandan Peleton (Danton) Kompi Senapan A 147/KGJ, Supri, SH, seizin Komandan kompi (Danki) terlihat turun langsung melakukan pemeliharaan tanaman sekaligus memimpin kegiatan panen perdana tersebut, khususnya tanaman kangkung yang tumbuh subur menghiasi lingkungan kesatuan.
“Kegiatan panen perdana ini adalah bukti bahwa lahan yang terlihat sempit maupun barang-barang yang sudah dianggap tidak berguna, jika dikelola dengan niat dan ketekunan, dapat diubah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis serta sangat bermanfaat bagi kebutuhan sehari-hari. Hal ini kami lakukan selain untuk menghijaukan lingkungan, juga mendukung program ketahanan pangan di tingkat satuan dan membantu efisiensi pengeluaran rumah tangga prajurit,” ungkap Supri saat ditemui di lokasi.
Kegiatan ini juga melibatkan peran aktif Ibu Pengurus Cabang Persit yang berbaur bekerja sama dengan para prajurit. Terlihat antusiasme para ibu yang sibuk memanen hasil tanaman kangkung yang sudah siap ambil, sekaligus menyiapkan bibit tanaman sayuran lain untuk ditanam kembali agar pasokan sayuran segar terus tersedia secara berkelanjutan.
Inisiatif ini menjadi teladan bagaimana semangat kemandirian dapat tumbuh dari lingkungan kesatuan terkecil. Pemanfaatan lahan kosong dan limbah barang bekas ini selain berdampak positif bagi lingkungan dan kebutuhan pangan, juga mempererat kebersamaan dan kerja sama antara prajurit maupun keluarga besar Persit. Diharapkan ke depannya pola ini dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi satuan lainnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
(Sumber: Komandan Peleton Kompi Senapan A 147/KGJ)
---
Tags:
Berita

