PANGKALPINANG — Rencana Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bangka untuk mengusulkan penetapan pahlawan daerah dari Provinsi Bangka Belitung mendapat tanggapan positif dari tokoh masyarakat, organisasi daerah, ormas, serta organisasi media setempat.
Dukungan tersebut mengemuka dalam pertemuan yang difasilitasi oleh Bayu, CEO Kopi Es Sudirman/YUKICAN, di Gedung Pati Wangka, Pangkalpinang, Jumat (2/10) sore. Hadir dalam perjumpaan tersebut perwakilan dari Pemuda Pancasila, Laskar Merah Putih, hingga SMSI Bangka Belitung.
Dalam pertemuan tersebut, para pihak sepakat membentuk tim kecil yang bertugas menginventarisasi dan mengumpulkan data para tokoh serta pejuang Bangka Belitung yang telah wafat agar dapat diusulkan secara resmi sebagai pahlawan daerah.
Tokoh masyarakat Bangka Belitung, Ahmadi Sopian (Atok Kulop), menyampaikan apresiasinya atas inisiatif yang dimotori oleh SMSI Bangka di bawah kepemimpinan Yuko. Menurutnya, pemetaan data dan pengusulan pahlawan daerah sejatinya merupakan ranah pemerintah, seperti dinas kearsipan. Namun, langkah aktif dari organisasi media ini dinilai sebagai terobosan positif untuk membuka kepedulian publik.
"Artinya SMSI Bangka melalui Yuko memberikan dan membuka mata kita semua. Nah, itu yang kita apresiasi," ujar Ahmadi dalam pemaparannya.
Ia menjelaskan bahwa pengusulan pahlawan daerah memerlukan kecermatan data dan proses seleksi yang objektif guna mengantisipasi perbedaan pendapat di tengah masyarakat. Berbeda dengan usulan pahlawan nasional seperti Tony Wen yang sudah minim kontroversi, usulan tokoh daerah sering kali memunculkan berbagai reaksi karena banyaknya figur pejuang yang dikenal masyarakat luas.
Ahmadi mengusulkan agar proses penganugerahan pahlawan daerah dilakukan secara bertahap dan berkala, misalnya menetapkan satu hingga lima nama pada setiap perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Langkah ini dinilai efektif untuk menjaga kekhidmatan penganugerahan serta menghindari penumpukan nama.
Kriteria utama calon penerima penghargaan pahlawan daerah tersebut adalah tokoh yang telah meninggal dunia serta memiliki rekam jejak perjuangan yang jelas bagi daerah, termasuk para pejuang pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Guna menindaklanjuti rencana tersebut, tim kecil yang dibentuk bersama unsur Pemuda Pancasila, Laskar Merah Putih, dan SMSI akan menyusun inventarisasi awal nama-nama tokoh beserta ringkasan rekam jejaknya. Data tersebut selanjutnya akan dikaji dan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi serta DPRD Kepulauan Bangka Belitung sebagai bahan masukan resmi penetapan pahlawan daerah.
Tags:
Berita
